ASN Diskominfo ikuti sosialisasi dan Simulasi internal cara pengisian aplikasi aktivitas harian bagi ASN-foto any

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Memasuki tahun baru 2019, bukan hanya evaluasi diri yang perlu kita lakukan, namun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga harus siap mengikuti perubahan. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi hampir seluruh aktifitas berbasis online.   Yang diberlakukan tahun 2019 satu diantaranya adalah kewajiban ASN di Pemerintah Kota Mojokerto untuk mengisi aktivitas harian berbasis IT.

Untuk persiapan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto, mengadakan sosialisasi internal bagi stafnya tentang tata cara mengisi aplikasi aktifitas harian yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Walikota Mojokerto tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil Sesuai Kelas Jabatan dan Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Sosialiasi sekaligus simulasi  yang berlangsung di Aula Dishub Kota Mojokerto , senin 31/12/2018 dipimpin langsung oleh Drs. Suhartono Kepala Diskominfo Kota Mojokerto. Dalam arahannya Suhartono menyampaikan, tujuan dari sosialisasi kali ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada seluruh ASN di lingkungan Diskominfo sesuai dengan Perwali terkait dengan Tambahan Penghasilan.  “ untuk itu saya tekankan agar seluruh ASN dan non ASN tetap disiplin dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya”. Kata Pejabatn yang low profil ini.

Lebih lanjut Suhartono menegaskan, Pemerintah Kota Mojokerto sudah memberikan hak kesejahteraan kita berupa Tambahan penghasilan, oleh karena itu kewajiban kita adalah melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan baik dan penuh tanggungjawab.  “Ikuti aturan yang ada, jangan sampai melawan hukum” tegasnya.  Hal yang penting lagi adalah ikut serta mendukung suksesnya Visi Walikota Mojokerto lima tahun kedepan yakni mewujudkan Kota Mojokerto yang Berdaya Saing, Mandiri, Demokratis, Adil, Makmur, Sejahtera dan Bermartabat dengan tujuh misi yang ada.

Riva Yunia Restriana, S.Sos sebagai Narasumber-foto any

Sosialisasi dilanjutkan dengan Simulasi yang dipimpin oleh Riva Yunia Restriana, S.Sos Kasubag Perencanaan dan Keuangan Diskominfo Kota Mojokerto. Dalam paparannya Riva menjelaskan bahwa, ada perbedaan Peraturan Walikota antara sebelum dan yang baru terkait pemberian Tamsil tersebut. Contohnya, kalau Perwali yang lama, Tamsil diperhitungkan berdasarkan tingkat kehadiran dan serapan anggaran, untuk serapan anggaran dihitung setiap triwulan.  Namun ditahun 2019 nanti, ada tiga komponen dalam penghitungan Tamsil, yakni 50 % tingkat kehadiran, 25 % berdasarkan serapan anggaran setiap bulan, dan 25 % berdasarkan hasil aktivitas harian.

Khusus aktivitas harian ini Pemkot sudah menyediakan aplikasi sesuai dan analisa jabatan masing-masing ASN. Prinsipnya kata Riva, setiap ASN wajib memperoleh aktivitas minimal 6.000 menit setiap bulannya.  Jika kurang dari 6.000 menit konsekwensinya terhadap pengaruh Tamsil. Sebaliknya jika lebih dari 6.000 menit tidak diperhitungkan.  Dengan sabar dan telaten, ASN yang sering terbang keluar negeri ini memberikan praktek langsung sampai dengan ASN bisa mengikuti. Namun demikian menurut Riva kalau masih ada kendala atau hambatan yang belum terjawab diberikan kesempatan untuk menginvenyarisir pertanyaan atau usulan-usulan yang belum ada di sestem.

Kadiskominfo Drs Suhartono dan Sekretaris Diskominfo Ovie Risna Kartika, S.Pd, MM

Pada kesempatan yang sama Ovie Risna Kartina, S.Pd, MM berharap, agar praktek singkat ini betul-betul diperhatikan.  Mengingat ini adalah sangat penting yang dapat berdampak dengan kinerja masing-masing ASN. “jangan sampai sudah melakukan aktivitas tetapi tidak dapat divalidasi oleh atasan hanya karena belum paham dengan cara mengisi aplikasi tersebut” katanya. Namun melihat antusias para peserta, Ovie yakin semua sudah paham, pungkasnya.(ri)

 

Print Friendly, PDF & Email