Diseminasi Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan di Bappeko-foto dok

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Untuk memperbaiki kawasan kumuh di Kota Mojokerto,Pemkot Mojokerto telah menyusun rencana strategis di beberapa Kelurahan yang dinyatakan sebagai kawasan kumuh.  Kelurahan Mentikan misalnya, konsep besar yang direncanakan adalah di belakang Pasar Ayam. Lahan dan sempadan sungai yang ditempati warga sebagai pemukiman akan dikembalikan sesuai fungsi semula yaitu kawasan ruang terbuka hijau.  Sementara warga yang sudah membangun rumah di kawasan tersebut akan direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rosunawa) yang sudah dibangun  oleh Pemkot Mojokerto di Kelurahan Blooto.  Selain itu juga direncanakan revitalisasi pasar ayam yang kondisinya sangat kumuh, terutama limbah  hasil sembelih ayam yang belum dikelola dengan baik.  Di Kelurahan Mentikan juga ada Yayasan Mojopahit yang belum tersentuh sama sekali.

Konsep besar tersebut disampaikan oleh konsultan perencana Danes dan Sahru pada acara Diseminasi Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP), yang diselenggarakan oleh Bappeko jumat 28/12/2018. Sementara konsep besar di kawasan timur I, rencana strategisnya  di Kelurahan Kedundung, tepatnya di bekas makam cina yang saat ini sebagai tempat hunian warga, selanjutnya akan ada perbaikan infrastruktur dan pola permukiman rumah MBR type 36.

Di kawasan Barat Kota, rencana strategisnya adalah mewujudkan Kampung Bahasa berlingkungan pendidikan di Kelurahan Pulorejo. Sebagai konsep dasar saat ini ada empat lembaga les bahasa Inggris yang dikelola warga. Kampung bahasa ini sudah direncanakan Pemerintah Kota Mojokerto sejak tahun 2016 lalu. Namun sampai saat ini belum terwujud, rentranya adalah membangun Perguruan Tinggi Negeri.

Untuk kawasan kumuh selatan, rencana strategisnya adalah pembangunan badan air di sungai Sinoman. Selain itu juga relokasi pemukiman sempadan kali sadar dan mengembalikan fungsi semula sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sedangkan kawasan Timur II, di Pusat Pemerintahan yang merupakan icon pusat Kota jangan sampai ada kawasan kumuh. Untuk ini saluran di Gang sawah Sumolepen yang menjadi prioritas dengan rencana normalisasi saluran dan menutup atas saluran.

Diseminasi RP2KPKP diikuti oleh pengurus organisasi masyarakat-foto dok

Sebelum rencana strategis ini ditetapkan menjadi dokumen resmi, maka  di forum terbuka ini telah mendapatkan beberapa masukan demi kesempurnaan konsep tersebut.  Masukan dari forum Kota Sehat, terkait dengan perilaku masyarakat yang masih buang sampah di saluran. Diusulkan diterbitkannya Perwali yang mengatur tentang kewajiban RW untuk membentuk Bank Sampah, sehingga sampah dikelola mulai dari sumbernya. Sementara usulan dari forum CSR disampaikan oleh Cahyo Adji, agar diterbitkannya Perda yang mengatur adanya  hak dan kewajiban serta sanksi terhadap yang melanggar terkait RP2KPKP. Sehingga rencana strategis tersebut berjalan lebih efektif.

Print Friendly, PDF & Email