Pembukaan Aktualisasi cinta tanah air bagi Karang Taruna oleh Walikota

MOJOKERTO (GEMA MEDIA). Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI) adalah bangsa yang lahir karena adanya contoh sikap cinta tanah air. Tanpa rasa cinta tanah air, negara ini tidak akan terbentuk. Cinta tanah air merupakan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia  karena kita lahir di Negara Indonesia , kita tinggal dan besar dari tanah air yang kita pijak ini yaitu Negara Indonesia. Indonesia juga merupakan negara yang kaya raya, memiliki ribuan pulau, banyak suku, budaya, rasa, agama dan memiliki banyak sekali bahasa tetapi kita mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE, ketika membuka acara Aktualisasi Cinta Tanah Air bagi Karang Taruna di Kelurahan se Kota Mojokerto yang di gelar  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto, Kamis (13/12 /2018), bertempat di Gedung Pertemuan Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk. Acara dihadiri oleh Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria, Kepala Bakesbangpol, nara sumber dari Kodam V Brawijaya Surabaya, Polres Mojokerto Kota dan peserta Aktualisasi Cinta Tanah Air bagi Karang Taruna.

“ Melalui kegiatan aktualisasi cinta tanah air ini, Walikota berharap kepada para pemuda dan pemudi khususnya yang tergabung dalam Karang Taruna Kota Mojokerto, untuk senantiasa menumbuhkan rasa cinta tanah air”. Sikap inilah yang sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut Walikota mengingatkan kepada karang taruna bahwa diera kemajuan teknologi dan informasi yang tidak bisa dibendung ini membawa dampak perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia terutama kebudayaan dan nilai-nilai yang ada di masyarakat seperti budaya adat ketimuran.

Walikota Mojokerto membuka acara aktualisasi cinta tanah air bagi karang taruna

Ditambahkan pula Ning Ita jika kita melihat pemberitaan media saat ini banyak terjadi fenomena menurunnya kecintaan kepada bangsa dan negara. Hal itu tidak lepas dari arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sanga pesat. Saya juga prihatin dan miris apabila di Kota Mojokerto yang kecil ini begitu maraknya peredaran narkoba. Oleh karenanya sekali lagi saya berharap generasi muda Kota Mojokerto tidak akan mudah terpengaruh dan dapat bertahan ditengah-tengah era teknologi. Untuk itu kembangkansikap nasionalisme dengan menggunakan produk-produk dalam negeri, mengenalkan dan melestarikan budaya Indoesia kepada dunia luar melalui tehnologi, serta bela negara dalam rangka mempertahankan negara demi eksistensi negara Republik Indonesia di era digital / cyber saat ini.

Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto Anang Fahruroji melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 100 orang nerasal dari Karang Taruna se Kota Mojokerto. Maksud dan tujuannya agar peserta lebih memahami idiologi Pancasila, sehingga senantiasa selalu menjaga eksistensi idiologi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ceramah dan dialog ini Bakesbangpol menghadirkan narasumber Kodam V Brawijaya Didi Suryadi menyajikan materi menghayati perjuangan bangsa, sehingga dapat memiliki rasa cinta tanah air dan Polres Mojokerto Kota Rohmad, SH, menyampaikan materi mencegah radikalisme dan terorisme.(yuk).

Print Friendly, PDF & Email